Sabtu, 16 Februari 2013

PENGETAHUAN WANITA HAMIL REMAJA TERHADAP KEHAMILAN RESIKO TINGGI



PENGETAHUAN WANITA HAMIL REMAJA
TERHADAP KEHAMILAN RESIKO TINGGI

Korompot Sitti, Tendean HMM

Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi
Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi
Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. R.D. Kandou Manado

Abstrak
Tujuan : Melihat gambaran pengetahuan ibu hamil remaja tentang kehamilan risiko tinggi
Tempat Penelitian : Bagian Obstetri dan Ginekologi RSUP Prof.DR. RD Kandou Manado
Metode : Penelitian ini  menggunakan metode deskriptif. Data diperoleh dari kuisioner yang di isi oleh ibu hamil remaja secara purposive sampling kemudian dilakukan analisa kuantitatif yaitu untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil remaja terhadap kehamilan risiko tinggi.
Hasil : Analisa penelitian ini dari 20 ibu hamil, 13 orang (65%) berumur 18-19 tahun  yaitu 10 orang (50%) dan berpendidikan terakhir SMU yaitu 6 orang (30%), dan mayoritas tidak bekerja (100%). Didapatkan pula 1 orang berpengetahuan baik (5%) berpendidikan SMU, 3 orang berpengetahuan  cukup (15%), berpendidikan SMU, dan 16 orang berpengetahuan kurang (80%), dengan pendidikan terakhir SMP dan rata-rata umur dibawah 18 tahun. 
Kesimpulan : Usia remaja (usia 14-19 tahun) dengan kehamilan rata-rata memiliki pengetahuan kurang tentang kehamilan risiko tinggi, dengan pendidikan akhir terbanyak SMP dan mayoritas tidak bekerja. Dari hasil penelitian yang diperoleh maka ibu hamil remaja disarankan untuk kontrol secara rutin dan lebih meningkatkan pengetahuannya lebih baik lagi.


PENGETAHUAN WANITA HAMIL REMAJA TERHADAP KEHAMILAN KEHAMILAN RESIKO TINGGI

Korompot Sitti, Tendean HMM
Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi
Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG PENELITIAN

           Masa remaja adalah suatu periode yang sehat dalam kehidupan, banyak anak remaja yang kurang  mendapatkan penerangan, kurang pengalaman, dan kurang nyaman mengakses pelayanan keluarga berencana dan jasa kesehatan reproduksinya, jika dibandingkan dengan orang dewasa. Kelompok remaja kemungkinan mengalami kesulitan, bahkan permusuhan dengan orang dewasa, ketika mereka mencoba untuk memperoleh jasa dan informasi kesehatan reproduksi yang mereka butuhkan.Oleh karena itu, kondisi ini meningkatkan terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan.  1
           Wanita berusia remaja, dalam hal ini usia 15-19 tahun melahirkan 15 juta  setiap tahun. Ini adalah 1/5 dari jumlah kehamilan didunia, Dinegara berkembang rata-rata 40 persen dari perempuan melahirkan sebelum umur 20 tahun.Menurut data Biro pusat statistik, perkawinan di usia remaja di Indonesia adalah 8,8% dari seluruh wanita yang berumur 10-19 tahun. Tiap 1 juta sampai 4,4 juta anak remaja dinegara berkembang mengalami keguguran/pengguguran dan kebanyakan prosedur dilakukan dibawah kondisi-kondisi yang tidak aman. Komplikasi dari kehamilan dan kelahiran bayi adalah penyebab utama kematian  antara usia 15-19 tahun. Sering karena pengetahuan yang terbatas atau kemampuan mengakses sistem pelayanan kesehatan yang terbatas mengakibatkan persalinan dengan komplikasi. 1,2
           Undang-undang pokok No.1 1974 tentang perkawinan pasal 7 (1) menetapkan, bahwa usia kawin minimal bagi pria 19 tahun dan bagi wanita 16 tahun. Ditinjau dari segi kesehatan, wanita usia 16 tahun berarti belum dalam usia reproduksi sehat. 3
Ibu hamil di Negara Afrika dan Asia Selatn  menghadapi risiko untuk mengalami kematian saat hamil dan melahirkan sekitar 200 kali lebih besar dibandingkan risiko yang dihadapi ibu di Negara maju. Karena angka fertilitas dinegara berkembang lebih tinggi maka rentang risiko di Afrika 1 diantara 6000. Tiap tahun terdapat dari 150 juta ibu hamil dinegara berkembang. Sekitar 500.000 diantaranya akan meninggal akibat penyebab kehamilan, dan 50 juta lainnya menderita karena kehamilannya mengalami komplikasi.
            Penurunan angka kematian ibu merupakan prioritas karena penyebab kematian ibu terbanyak di Indonesia adalah perdarahan, infeksi, dan eklampsia. Tercakup pula kematian akibat abortus terinfeksi dan partus lama. Hanya sekitar 50% kematian ibu disebakan oleh penyakit yang memburuk  akibat kehamilan, misalnya penyakit jantung dan infeksi yang kronis. Keadaan ibu sejak prahamil dapat mempengaruhi terhadap kehamilannya, penyebab tak langsung kematian ibu ini antara lain adalah anemia, kurang energy kronis, dan keadaan “4 terlalu” muda, tua, sering dan banyak.

1.2. RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah adalah bagaimana pengetahuan ibu hamil remaja tentang risiko tinggi kehamilan.
1.3. TUJUAN PENELITIAN
Melihat gambaran pengetahuan ibu hamil remaja tentang kehamilan risiko tinggi
1.4. MANFAAT PENELITIAN
·         Bagi Peneliti : Menambah wawasan dan pengetahuan tentang penanganan kehamilan remaja dengan resiko tinggi
·         Bagi Masyarakat : Menambah wawasan dan pengetahuan ibu hamil remaja tentang kehamilan resiko tinggi.










BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1      Pengetahuan
1.1.1.   Defenisi Pengetahuan
Pengetahuan adalah merupakan hasil dari “Tahu” dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indra manusia, yaitu: indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba (Notoatmodjo, 2003).8
Pengetahuan atau kognitif yang merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Pengetahuan diperlukan sebagai dorongan fisik dalam menumbuhkan rasa percaya diri maupun dengan dorongan sikap perilaku setiap orang sehingga dapat dikatakan bahwa pengetahuan merupakan stimulasi terhadap tindakan seseorang (Notoatmodjo, 2003).8
Tingkatan Pengetahuan Dalam Domain Kognitif 8
Menurut Notoatmodjo (2003) tingkat pengetahuan terdiri dari 6 (enam) tingkatan, yakni :
  1. Tahu (Know)
Tahu diartikan mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Yang termasuk  mengingat kembali tahap suatu yang spesifik dari keseluruhan bahan yang dipelajari atau rangsangan. Jadi tahu merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah
  1. Memahami (Comprehension)
Memahami diartikan sebagai sutau kemampuan menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterprestasikan materi tersebut secara benar. Orang yang telah paham terhadap objek atau materi harus dapat menjelaskan, menyebutkan contoh : menyimpulkan, meramalkan terhadap objek yang dipelajari.
  1. Aplikasi (Aplication)
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan suatu materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi real (sebenarnya)
  1. Analisa (Analysis)
Analisa adalah Kemampuan untuk menjabarkan materi suatu objek didalam struktur organisasi tersebut dam masih ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan-kemampuan analisis dapat dikaitkan dari penggunaan-penggunaan kata kerja seperti kata kerja seperti menggambarkan, memisahkan, mengelompokkan dan sebagainya.
  1. Sintesis (Shintesis)
Sintesis Menunjukkan pada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru, dengan kata lain sintesis itu suatu kemampuan untuk  menyusun suatu formulasi baru dari formulasi yang ada.
  1. Evaluasi (Evaluation)
Evaluasi berkaitan dengan pengetahuan untuk melakukan penelitian terhadap suatu materi atau objek. Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang materi yang ingin diukur dari suatu objek penelitian atau responden ke dalam pengetahuan yang ingin kita ketahui atau kita ukur.



Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan
1.      Usia
Usia merupakan lamanya hidup dalam hitungan waktu (tahun). Wanita usia remaja adalah kelompok umur 15-19 tahun.1
2.      Pendidikan
Pendidikan merupakan proses belajar yang pernah ditempuh secara formal didalam lembaga pendidikan.  Sumber informasi adalah segala sesuatu yang menjadi perantara dalam penyampaian informasi, merangsang pikiran dan kemampuan (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Media informasi untuk komunikasi massa terdiri dari :
2.1.1.1.1.      Media cetak atau cetakan, yaitu surat kabar, majalah, buku.
2.1.1.1.2.      Media elektronik, yaitu radio, tv, internet.

2.2. Resiko Tinggi Kehamilan Remaja
Kehamilan usia dini memuat risiko yang tidak kalah berat. Pasalnya, emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang. Sementara kecacatan kelahiran bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan, adanya rasa penolakan secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya. (Ubaydillah, 2000).9



Dampak Kehamilan Resiko Tinggi pada Usia Muda :9
1.         Keguguran.
Keguguran pada usia muda dapat terjadi secara tidak disengaja. misalnya : karena terkejut, cemas, stres. Tetapi ada juga keguguran yang sengaja dilakukan oleh tenaga non profesional sehingga dapat menimbulkan akibat efek samping yang serius seperti tingginya angka kematian dan infeksi alat reproduksi yang pada akhirnya dapat menimbulkan kemandulan.
2.         Persalinan prematur, berat badan lahir rendah (BBLR) dan kelainan bawaan.
Prematuritas terjadi karena kurang matangnya alat reproduksi terutama rahim yang belum siap dalam suatu proses kehamilan, berat badan lahir rendah (BBLR) juga dipengaruhi gizi saat hamil kurang dan juga umur ibu yang belum menginjak 20 tahun. cacat bawaan dipengaruhi kurangnya pengetahuan ibu tentang kehamilan, pengetahuan akan asupan gizi rendah, pemeriksaan kehamilan (ANC) kurang, keadaan psikologi ibu kurang stabil. selain itu cacat bawaan juga di sebabkan karena keturunan (genetik) proses pengguguran sendiri yang gagal, seperti dengan minum obat-obatan (gynecosit sytotec) atau dengan loncat-loncat dan memijat perutnya sendiri.
Ibu yang hamil pada usia muda biasanya pengetahuannya akan gizi masih kurang, sehingga akan berakibat kekurangan berbagai zat yang diperlukan saat pertumbuhan dengan demikian akan mengakibatkan makin tingginya kelahiran prematur, berat badan lahir rendah dan cacat bawaan.

3.      Mudah terjadi infeksi.
Keadaan gizi buruk, tingkat sosial ekonomi rendah, dan stress memudahkan terjadi infeksi saat hamil terlebih pada kala nifas.
4.      Anemia kehamilan / kekurangan zat besi.
Penyebab anemia pada saat hamil di usia muda disebabkan kurang pengetahuan akan pentingnya gizi pada saat hamil di usia muda.karena pada saat hamil mayoritas seorang ibu mengalami anemia. tambahan zat besi dalam tubuh fungsinya untuk meningkatkan jumlah sel darah merah, membentuk sel darah merah janin dan plasenta.lama kelamaan seorang yang kehilangan sel darah merah akan menjadi anemis..
5.      Keracunan Kehamilan (Gestosis).
Kombinasi keadaan alat reproduksi yang belum siap hamil dan anemia makin meningkatkan terjadinya keracunan hamil dalam bentuk pre-eklampsia atau eklampsia. Pre-eklampsia dan eklampsia memerlukan perhatian serius karena dapat menyebabkan kematian.
6.      Kematian ibu yang tinggi
Kematian ibu pada saat melahirkan banyak disebabkan karena perdarahan dan infeksi. Selain itu angka kematian ibu karena gugur kandung juga cukup tinggi.yang kebanyakan dilakukan oleh tenaga non profesional (dukun).


Adapun akibat resiko tinggi kehamilan usia dibawah 20 tahun antara lain:
Resiko bagi ibunya :
 Mengalami perdarahan.
Perdarahan pada saat melahirkan antara lain disebabkan karena otot rahim yang terlalu lemah dalam proses involusi. selain itu juga disebabkan selaput ketuban stosel (bekuan darah yang tertinggal didalam rahim).kemudian proses pembekuan darah yang lambat dan juga dipengaruhi oleh adanya sobekan pada jalan lahir.
Kemungkinan keguguran / abortus.
Pada saat hamil seorang ibu sangat memungkinkan terjadi keguguran. hal ini disebabkan oleh faktor-faktor alamiah dan juga abortus yang disengaja, baik dengan obat-obatan maupun memakai alat.
Persalinan yang lama dan sulit.
Adalah persalinan yang disertai komplikasi ibu maupun janin.penyebab dari persalinan lama sendiri dipengaruhi oleh kelainan letak janin, kelainan panggul, kelaina kekuatan his dan mengejan serta pimpinan persalinan yang salah Kematian ibu. Kematian pada saat melahirkan yang disebabkan oleh perdarahan dan infeksi.



 Dari bayinya :
 Kemungkinan lahir belum cukup usia kehamilan.
Adalah kelahiran prematur yang kurang dari 37 minggu (259 hari). hal ini terjadi karena pada saat pertumbuhan janin zat yang diperlukan berkurang.
Berat badan lahir rendah (BBLR).
Yaitu bayi yang lahir dengan berat badan yang kurang dari 2.500 gram. kebanyakan hal ini dipengaruhi kurangnya gizi saat hamil, umur ibu saat hamil kurang dari 20 tahun. dapat juga dipengaruhi penyakit menahun yang diderita oleh ibu hamil.
 Cacat bawaan.
Merupakan kelainan pertumbuhan struktur organ janin sejak saat pertumbuhan.hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya kelainan genetik dan kromosom, infeksi, virus rubela serta faktor gizi dan kelainan hormon.
 Kematian bayi.
kematian bayi yang masih berumur 7 hari pertama hidupnya atau kematian perinatal.yang disebabkan berat badan kurang dari 2.500 gram, kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari), kelahiran kongenital serta lahir dengan asfiksia.(Manuaba,1998).


BAB III
METODE PENELITIAN
6.1. Kerangka Konsep
Berdasarkan uraian teori dalam rumusan masalah di atas, maka penulis mengembangkan kerangka konsep sebagai berikut :
Karakteristik Remaja
-    Umur
-    Tingkat Pendidikan
-    Sumber Informasi

Pengetahuan ibu hamil remaja terhadap kehamilan resiko tinggi
  Variabel Independen                                                       Variabel Dependen
 



6.2. Defenisi operasional
Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui dengan kategori :
  1.  
Baik 
:
Apabila skor 76% -100% jawaban benar (16-20, soal benar)
  1.  
Cukup
:
Apabila skor 56% - 75% jawaban benar (12-15, soal benar)
  1.  
Kurang
:
Apabila skor <56% jawaban benar (<11, soal benar) (Arikunto, 2002).
Skala ukur
Alat ukur  
:
Ordional
Kuesioner
Umur adalah usia remaja  saat dilakukan penelitian yang dinyatakan dengan tahun dengan kategori:
a.       <16
b.      16-17
c.       18-19
Alat ukur         : Kuesioner
Skala ukur       : Interval
Tingkat pendidikan adalah pendidikan Format terakhir yang pernah diselesaikan dengan kategori:
a.       Tidak sekolah
b.      SD
c.       SMP
d.      SMA
Alat ukur         : Kuesioner
Skala ukur       : Ordinal
Sumber informasi adalah media yang digunakan wanita hamil remaja untuk memperoleh informasi tentang kehamilan resiko tinggi dengan kategori:
a.       Media massa
b.      Tenaga kesehatan
c.       Keluarga / masyarakat
d.      Media elektronik
Skala   : Nominal
Alat ukur         : Kuesioner

6.3. Jenis Penelitian
Penelitian ini  menggunakan metode deskriptif.  Dengan metode analisa kuantitatif yaitu untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil remaja terhadap kehamilan risiko tinggi.
6.4. Lokasi dan waktu Penelitian
Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan di Rumah sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD. Kandou Manado, dan RS Jejaring lainnya
Waktu Penelitian
Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2012
6.5. Populasi dan Sampel
Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah semua Wanita Remaja yang sedang hamil yang melakukan ANC  maupun bersalin di RSUP Prof. Dr.RD Kandou Manado dan RS Jejaring.
Sampel
Dalam pengambilan sampel peneliti mengunakan purposive sampling dengan besar sampel sebanyak 20 ibu hamil remaja. Sampel dipilih berdasarkan penilaian peneliti bahwa dia adalah pihak yang paling baik untuk dijadikan sampel penelitian.

6.6. Jenis dan Cara Pengumpulan Data
Jenis Data
1.      Data primer
Data yang diperoleh dari hasil pembagikan kuesioner kepada responden.
2.      Data sekunder
Data yang diperoleh peneliti dari medical record ibu.
Metode Pengumpulan Data
Dengan membagikan kuesioner kepada responden dan mengumpulkan data sehingga terkumpullah semua hasil kuesioner yang dibagikan.

6.7. Pengolahan Data dan Analisa Data
Pengolahan Data
1.      Editing
Dilakukan dengan memeriksa kelengkapan jawaban kuesioner dengan tujuan agar data yang masuk dapat diolah secara benar sehingga pengolahan data dikelompokkan dengan menggunakan aspek pengaturan.
2.      Coding
Memberikan kode pada setiap jawaban yang diberikan responden selanjutnya menghitung skor jawaban dari pertanyaan yang diberikan dan selanjutnya diberi kode.


3.      Tabulating
Untuk mempermudah analisa data dan pengolahan data serta pengambilan kesimpulan, data dimasukkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi
Analisa Data
Analisa data dapat dilakukan dengan cara deskriptif dengan melihat presentase data yang terkumpul dan disajikan tabel distribusi frekuensi kemudian dicari besarnya persentase jawaban masing-masing responden dan selanjutnya dilakukan pembahasan dengan menggunakan teori kepustakaan yang ada.











BAB IV
HASIL PENELITIAN
Pada periode bln Februari sampai Maret, didapatkan 20  remaja hamil di RSUP Prof R.D. Kandou dan RS jejaringnya.
Tabel 1. Kelompok  remaja berdasarkan umur
Umur
N
%
<16
16-17
18-19
2
5
13
10
25
65
Total
20
100

Dari 20 wanita berusia remaja tersebut, didapatkan 2 wanita berumur <16 tahun, 5 wanita berumur 16-17 tahun, dan 13 wanita usia 18-19 tahun (table 1).
Tabel 2. Kelompok remaja berdasarkan pendidikan
Pendidikan
N
%
Sekolah Dasar
Sekolah Menengah Pertama
Sekolah Menengah Umum
2
11
7
10
55
35
Total
20
100

Pendidikan terakhir wanita remaja terbanyak adalah Sekolah Menengah Pertama 55%.



Tabel 3. Kelompok remaja berdasarkan Pekerjaan
Pekerjaan
N
%
IRT/Tidak Bekerja
20
100%

Seluruh ibu dalam penelitian ini, mengaku tidak bekerja atau sebagai ibu rumah tangga.

Tabel 4. Distribusi Responden berdasarkan tingkat pengetahuan
Keterangan
Jumlah responden
%
Baik
Cukup
Kurang
1
3
16
5
15
80
Total
20
100

Dari 20 responden didapatkan pengetahuan dengan keterangan baik yaitu 1 orang (5%), keterangan cukup yaitu 15 orang (15%) dan responden dengan pengetahuan kurang yaitu 16 orang (80%).





Tabel 5. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kehamilan Risiko Tinggi berdasarkan Umur
Umur
Pengetahuan ibu
Baik  Cukup  Kurang
Jumlah
%
<16
16-17
18-19
1               1
0             0         5
1             2         10
2
5
13
5
25
65
Total
1              3          16
20
100

Berdasarkan umur, pengetahuan ibu kurang  dengan rata-rata umur 18-19 tahun, umur 16-17 tahun semuanya berpengetahuan kurang,  sedangkan pengetahuan baik hanya 1 orang berumur 18 tahun.







Tabel 6. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil remaja tentang Kehamilan Risiko Tinggi berdasarkan Tingkat Pendidikan
Tingkat Pendidikan
Pengetahuan Ibu
Baik Cukup  Kurang
Jumlah
%
SD
SMP
SMU
                    2
1                         10
1         2                4
2
11
7
10
55
35
Total
1          3              16    
20
100

Dari tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden terdapat paling banyak yaitu 11 orang (55%) yang berpendidikan SMP dan dari jumlah tersebut paling banyak yaitu 10 orang (50%) berpengetahuan kurang.




             



BAB V
PEMBAHASAN
Diberbagai belahan dunia, menikah dan melahirkan dimasa remaja, kehamilan dan persalinannya membawa resiko morbiditas dan mortalitas yang lebih besar dibandingkan pada usia diatas 20 tahun, terutama wilayah dimana pelayanan medis sangat langka atau tidak tersedia.1,2
Remaja wanita dengan usia kurang dari 18 tahun mempunyai 2-5 kali resiko kematian (maternal mortility) dibandingkan dengan wanita berusia 18-25 tahun akibat persalinan lama dan persalinan macet, perdarahan maupun faktor-faktor lain kegawat daruratan yang berkaitan dengan kehamilan, misalnya tekanan darah tinggi, dan anemia juga sering terjadi pada ibu-ibu berusia remaja, terutama didaerah-daerah terpencil dan kepulauan, dimana sarana kesehatan terbatas dan kekurangan gizi merupakan endemis. 1
            Organisasi save the children menyatakan  sekitar  1 dari 10 bayi yang dilahirkan oleh ibu remaja, Organisasi ini mengumpulkan data-data dari 100 negara, dan terlihat bahwa resiko meninggal saat hamil dan melahirkan, Dinegara-negara berkembang, hampir 60 persen kehamilan dan persalinan pada remaja yang sudah menikah atau belum menikah tidak dilakukan dengan pertolongan tenaga ahli. Persalinan yang tidak direncanakan dapat mengarah pada stress emosional dan kesulitan ekonomi. WHO memperkirakan, resiko kematian akibat kehamilan  di usia 15-19 tahun 2 kali lebih tinggi dibandingkan usia 20-24 tahun. 5
Pembahasan pada bab ini membahas tentang hasil penelitian secara khusus tentang karakteristik ibu hamil remaja meliputi umur, pendidikan, dan pekerjaan serta tentang pengetahuan ibu hamil remaja tentang kehamilan resiko tinggi.
Dari hasil penelitian ini, dari 20 ibu hamil, 13 orang (65%) berumur 18-19 tahun  yaitu 10 orang (50%) dan berpendidikan terakhir SMU yaitu 6 orang (30%), dan mayoritas tidak bekerja (100%). Didapatkan pula 1 orang berpengetahuan baik (5%) berpendidikan SMU, 3 orang berpengetahuan  cukup (15%), berpendidikan SMU, dan 16 orang berpengetahuan kurang (80%), dengan pendidikan terakhir SMP dan rata-rata umur dibawah 18 tahun. 
Ketidaktahuan dapat disebabkan karena pendidikan yang rendah (Mochtar, 1998). Adanya tingkat pendidikan yang terlalu rendah akan sulit mencerna pesan atau informasi yang disampaikan (Effendy, 1998) sedangkan menurut IB Mantra (1997) makin tinggi pendidikan seseorang makin mudah orang tersebut untuk menerima informasi. Dengan pendidikan tinggi maka seseorang akan cenderung untuk mendapatkan informasi baik dari orang lain maupun dari media masa, sebaliknya tingkat pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan dan sikap seseorang terhadap nilai-nilai yang baru diperkenalkan (Koentjoroningrat, 1997).10
Pengetahuan diperoleh setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia yaitu indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan merupakan faktor yang sangat penting untuk terbentuknya perilaku seseorang (Notoatmodjo, 1997) Upaya untuk merubah perilaku seseorang dalam bidang kesehatan dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan (Effendy, 1998).
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil remaja tentang kehamilan resiko tinggi sangat kurang dimana hal ini dipengaruhi oleh pendidikan dan usia responden.11















BAB  VI
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang dilaksanakan  di RSUP Prof. R.D. Kandou dan RS Jejaringnya, dengan responden 20 0rang ibu hamil remaja diperoleh kesimpulan karakteristik ibu hamil remaja Usia remaja (usia 15-19 tahun) dengan kehamilan rata-rata memiliki pengetahuan kurang tentang kehamilan risiko tinggi, dengan pendidikan akhir terbanyak SMP dan mayoritas tidak bekerja.

Saran
Dari hasil penelitian di atas maka harapan yang ingin peneliti sampaikan adalah agar:
Ibu hamil periksa atau kontrol secara rutin pada bidan atau tenaga kesehatan yaitu minimal 4 kali selama kehamilan agar banyak mendapat informasi tentang risko tinggi kehamilan.
Ibu hamil meningkatkan pengetahuannya menjadi lebih baik lagi mendapatkan informasi dari media cetak, elektronik atau dari tenaga kesehatan.





DAFTAR PUSTAKA
1.      Waspodo Dj, Kesehatan Reproduksi remaja dalam Bunga Rampai Obstetri Ginekologi social. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta , 2006
2.      Saifudin  A.B. Kematian Maternal dalam Ilmu Kebidanan ed 3, wiknjosastro H (ed), Yayasan Bina Pustaka sarwono Prawirohardjo, Jakarta, 2001
3.      Riyadi H, Djaswadi D, resiko terjadinya berat bayi lahir rendah pada kehamilan remaja, berita kedokteran masyarakat available from http://i-lib.ugm.ac.id/jurnal/download.php?dataId=6327..
4.      Sherris J, Kesehatan Reproduksi Remaja: Membangun Perubahan Yang Bermakna dalam Outlook volume 16. Available from outlook@path.org. 2012
5.      Widjanarko B, Persalinan preterm available from www.scribd.com/doc/17953330/persalinan preterm.
6.      Bacom, Faktor-faktor yang mempengaruhi komplikasi persalinan Remaja available from http://depdagri.go.id/media/file manager/2012
7.      Pelita Online, Remaja Hamil Beresiko Besar Lahirkan bayi prematur. Available from http://kesehatanpelitablogspot./2012/03/remaja
8.      Arthawijaya, IGNA. Filosofi Pengetahuan.Available from  https://en.wordpress.com/signup/februari.2012
9.      Nuranggraini D. Resiko tinggi kehamilan remaja. Available from : creasoft.wordpress.com/.../resiko-tinggi-kehamilan-remaja-usia-muda

10.  Notoatmodjo, Soekidjo (2002) Metodologi Penelitian Kesehatan Rineka Cipta. Jakarta.(2003) Ilmu Kesehatan Masyarakat EGC. Jakarta.

11.  Prawirohardjo, Sarwono (2002) Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonotal. Yayasan Bina Pustaka. Jakarta.

12.  Sugiono. Dr. (1999) Metode Penelitian Bisnis ALFABETA. Bandung.



















Lampiran 1
LEMBAR PERSETUJUAN MENGIKUTI PENELITIAN

            PENGETAHUAN WANITA HAMIL REMAJA TERHADAP KEHAMILAN RESIKO TINGGI


Setelah mendengar dan mendapat penjelasan dari Dokter/pewawancara mengenai judul, tujuan  manfaat dan jalurnya penelitian ini, maka saya :
Nama                           :
No.CM                        :
Tempat/Tanggal Lahir :
Alamat                         :
No. HP                        :
Menyatakan bersedia untuk ikut didalam penelitian ini.



                                                  Manado,    Februari 2012


          Pewawancara :                                                                    Responden :



    (                                 )                                                          (                          )


Lampiran 2
LEMBAR KUESIONER
Petunjuk Pengisian Kuesioner :
1. Tulislah tanggal pengisihan sesuai dengan tanggal ibu mengisi kuesioner
2. Nomor responden diisi oleh peneliti
3. Beri tanda ( x ) pada jawaban yang anda anggap paling benar
4. Bila pada pengisihan kuesioner kurang jelas, ibu dapat bertanya pada peneliti
No Responden : …………………………………
Tanggal Pengisihan : …………………………………
A. Karakteristik Ibu Hamil Diisi Petugas
1. Berapa umur saat ini ?
a.  <16
b. 16-17
c. 18-19
2. Pendidikan terakhir ibu
a. Tidak Sekolah
b. SD
c. SMP
d. SMA
3. Pekerjaan ibu
a.Pelajar
b.Mahasiswa
c. Pedagang
d. Tidak bekerja / ibu rumah tangga

B. Pertanyaan tentang Pengetahuan
1. Menurut ibu apa yang dimaksud dengan kehamilan resiko tinggi ?
a. Kehamilan dengan riwayat jelek
b. Kehamilan kembar atau ganda
c. Kehamilan dengan letak lintang
d. Keadaan yang dapat mempengaruhi optimalisasi ibu maupun janin pada kehamilan yang dihadapi
2. Menurut ibu, Ibu hamil katakan risiko tinggi apabila umur ibu ?
a. Kurang dari 16 tahun atau lebih dari 35 tahun
b. Kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun
c. Lebih dari 20 atau kurang dari 35 tahun
d. Kurang dari 15 tahun atau lebih dari 25 tahun
3. Sepengetahuan anda ibu hamil dikatakan risiko tinggi apabila tinggi badannya ?
a. Kurang dari 150 cm.
b. Kurang dari 145 cm.
c. Lebih dari 150 cm.
d. Lebih dari 145 cm.
4. Dibawah ini termasuk kehamilan resiko tinggi, menurut anda yang tidak termasuk kehamilan risiko tinggi adalah …
a. Umur < 20 tahun
b. Tinggi badan 160 cm.
c. kehamilan dengan Tensi darah > 160/110
d. kehamilan dengan anemia
5. Menurut anda Ibu dampak  hamil di usia remaja dikatakan resiko tinggi apabila terjadi hal-hal dibawah ini kecuali:
a)   Keguguran
b)   Persalinan Prematur
c)   Kehamilan lewat waktu
d)  Keracunan kehamilan
6.                  Apa yang ibu ketahui tentang pengaruh tinggi badan ibu hamil kurang dari 145 cm terhadap proses persalinan?
a. Melahirkan dengan normal
b. Melahirkan dengan mudah
c. Kesulitan mengejan
d. Kesulitan melahirkan
7. Menurut ibu hamil yang dikatakan keracunan kehamilan apabila tekanan darahnya
a. > 160/100 mmHg
b. 150/90 mmHg
c. 120/80 mmHg
d. 90/60 mmHg
8. Menurut pengetahuan ibu, ibu yang mempunyai tekanan darah tinggi pre eklamasi berat apabila ada tanda-tanda ?
a. Kejang-kejang
b. Perdarahan
c. bengkak pada kaki
d. bengkak pada tangan
9. Menurut Ibu, penyebab kelahiran prematur pada remaja diakibatkan karena ?
a. Infeksi
b. Obat-batan
c. Alat reproduksi yang belum sempurna
d. Mual dan muntah
10. Menurut Ibu paling sedikit ibu hamil periksa kehamilan berapa kali?
a. 3x selama hamil
b. > 5x selama hamil
c. 2x selama hamil
d. 1x pada 3 bulan pertama, 1x pada 3 bulan kedua, 2x pada bulan terakhir
11. Menurut pengetahuan ibu, kematian ibu hamil remaja disebabkan dibawah ini kecuali?
a. Perdarahan
b. Infeksi
c. Keguguran
d. hamil lewat waktu
12. Menurut pengetahuan ibu, ibu hamil dikatakan risiko tinggi apabila letak janinnya ?
a. Letak lintang
b. Letak kepala
c. Letak tangan
d. Letak kaki
13. Menurut pengetahuan ibu, kehamilam remaja dapat melahirkan prematur yaitu kehamilan?
a. 7 bulan
b. 9 bulan
c. 10 bulan
d. 11 bulan
14. Menurut pengetahuan ibu,  kehamilan remaja dapat mengakibatkan kecacatan karena hal dibawah ini, kecuali?
a. Percobaan pengguguran
b. Genetik
c. Asupan gizi yang rendah
d. Mual muntah saat hamil muda
15. Di bawah ini termasuk kehamilan risiko tinggi apabila ibu menderita penyakit tersebut, menurut ibu penyakit apa yang tidak termasuk dalam kehamilan risiko tinggi?
a. Malaria
b. TBC paru
c. Diare
d. Kencing manis (diabetes)
16. Wanita usia remaja, dianjurkan menunda kehamilannya menurut ibu pada usia berapakah wanita dianjurkan menunda kehamilannya?
a. < 15 tahun
b. 20 tahun
c. < 25 tahun
d. > 20 tahun
17. Menurut pengetahuan ibu jumlah anak tidak boleh lebih dari?
a. > 2
b. 2 anak saja
c. > 3
d. 4 atau lebih
18. Menurut pengetahuan ibu jarak anak pertama dengan anak kedua tidak boleh kurang dari?
a. 5 tahun
b. 10 tahun
c. 2 tahun
d. 7 tahun
19. Di bawah ini termasuk risiko tinggi dalam kehamilan, menurut ibu yang tidak termasuk risiko tinggi kehamilan adalah?
a. Hamil kembar
b. Kehamilan letak lintang
c. Kehamilan letak kepala
d. Umur > 35 tahun
20. Menurut ibu, ibu hamil dikataka risiko tinggi, apabila melahirkan dengan?
a. Bidan
b. Dukun
c. Operasi sesar
d. Perawat



Lampiran 3

JAWABAN
1. D    11. D
2. A    12. A
3. B     13. A
4. B     14. D
5. C     15. C
6. D    16. A
7. A    17. D
8. A    18. C
9. C     19. C
10. D  20. C


1 komentar:

  1. terimakasih banyak dokter...
    saya hanya ingin tahu, buku refrensinya apa ya dok???
    saya ingin mencari bukunya tapi masih bingung,,

    BalasHapus