PENGETAHUAN
WANITA HAMIL REMAJA
TERHADAP
KEHAMILAN RESIKO TINGGI
Korompot Sitti, Tendean HMM
Bagian
/ SMF Obstetri dan Ginekologi
Fakultas
Kedokteran Universitas Sam Ratulangi
Rumah
Sakit Umum Pusat Prof. Dr. R.D. Kandou Manado
Abstrak
Tujuan
: Melihat gambaran pengetahuan ibu hamil remaja tentang kehamilan risiko tinggi
Tempat
Penelitian : Bagian Obstetri dan Ginekologi RSUP
Prof.DR. RD Kandou Manado
Metode
: Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif. Data diperoleh dari kuisioner yang di isi oleh ibu hamil remaja
secara purposive sampling kemudian dilakukan analisa kuantitatif yaitu untuk
mengetahui pengetahuan ibu hamil remaja terhadap kehamilan risiko tinggi.
Hasil
: Analisa penelitian ini dari 20 ibu hamil, 13 orang (65%) berumur 18-19
tahun yaitu 10 orang (50%) dan
berpendidikan terakhir SMU yaitu 6 orang (30%), dan mayoritas tidak bekerja
(100%). Didapatkan pula 1 orang berpengetahuan baik (5%) berpendidikan SMU, 3
orang berpengetahuan cukup (15%),
berpendidikan SMU, dan 16 orang berpengetahuan kurang (80%), dengan pendidikan
terakhir SMP dan rata-rata umur dibawah 18 tahun.
Kesimpulan
: Usia remaja (usia 14-19 tahun) dengan kehamilan rata-rata memiliki
pengetahuan kurang tentang kehamilan risiko tinggi, dengan pendidikan akhir terbanyak
SMP dan mayoritas tidak bekerja. Dari hasil penelitian yang diperoleh maka ibu
hamil remaja disarankan untuk kontrol secara rutin dan lebih meningkatkan
pengetahuannya lebih baik lagi.
PENGETAHUAN
WANITA HAMIL REMAJA TERHADAP KEHAMILAN KEHAMILAN RESIKO TINGGI
Korompot Sitti, Tendean HMM
Bagian
/ SMF Obstetri dan Ginekologi
Fakultas
Kedokteran Universitas Sam Ratulangi
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.
LATAR BELAKANG PENELITIAN
Masa remaja adalah suatu periode
yang sehat dalam kehidupan, banyak anak remaja yang kurang mendapatkan penerangan, kurang pengalaman,
dan kurang nyaman mengakses pelayanan keluarga berencana dan jasa kesehatan
reproduksinya, jika dibandingkan dengan orang dewasa. Kelompok remaja
kemungkinan mengalami kesulitan, bahkan permusuhan dengan orang dewasa, ketika
mereka mencoba untuk memperoleh jasa dan informasi kesehatan reproduksi yang mereka
butuhkan.Oleh karena itu, kondisi ini meningkatkan terjadinya kehamilan yang
tidak diinginkan. 1
Wanita berusia remaja, dalam hal ini
usia 15-19 tahun melahirkan 15 juta setiap tahun. Ini adalah 1/5 dari jumlah
kehamilan didunia, Dinegara berkembang rata-rata 40 persen dari perempuan
melahirkan sebelum umur 20 tahun.Menurut data Biro pusat statistik, perkawinan
di usia remaja di Indonesia adalah 8,8% dari seluruh wanita yang berumur 10-19
tahun. Tiap 1 juta sampai 4,4 juta anak remaja dinegara berkembang mengalami
keguguran/pengguguran dan kebanyakan prosedur dilakukan dibawah kondisi-kondisi
yang tidak aman. Komplikasi dari kehamilan dan kelahiran bayi adalah penyebab
utama kematian antara usia 15-19 tahun.
Sering karena pengetahuan yang terbatas atau kemampuan mengakses sistem
pelayanan kesehatan yang terbatas mengakibatkan persalinan dengan komplikasi.
1,2
Undang-undang pokok No.1 1974 tentang
perkawinan pasal 7 (1) menetapkan, bahwa usia kawin minimal bagi pria 19 tahun
dan bagi wanita 16 tahun. Ditinjau dari segi kesehatan, wanita usia 16 tahun
berarti belum dalam usia reproduksi sehat. 3
Ibu hamil di Negara
Afrika dan Asia Selatn menghadapi risiko
untuk mengalami kematian saat hamil dan melahirkan sekitar 200 kali lebih besar
dibandingkan risiko yang dihadapi ibu di Negara maju. Karena angka fertilitas
dinegara berkembang lebih tinggi maka rentang risiko di Afrika 1 diantara 6000.
Tiap tahun terdapat dari 150 juta ibu hamil dinegara berkembang. Sekitar
500.000 diantaranya akan meninggal akibat penyebab kehamilan, dan 50 juta
lainnya menderita karena kehamilannya mengalami komplikasi.
Penurunan angka kematian ibu merupakan prioritas karena
penyebab kematian ibu terbanyak di Indonesia adalah perdarahan, infeksi, dan
eklampsia. Tercakup pula kematian akibat abortus terinfeksi dan partus lama.
Hanya sekitar 50% kematian ibu disebakan oleh penyakit yang memburuk akibat kehamilan, misalnya penyakit jantung
dan infeksi yang kronis. Keadaan ibu sejak prahamil dapat mempengaruhi terhadap
kehamilannya, penyebab tak langsung kematian ibu ini antara lain adalah anemia,
kurang energy kronis, dan keadaan “4 terlalu” muda, tua, sering dan banyak.
1.2. RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah
adalah bagaimana pengetahuan ibu hamil remaja tentang risiko tinggi kehamilan.
1.3. TUJUAN PENELITIAN
Melihat gambaran
pengetahuan ibu hamil remaja tentang kehamilan risiko tinggi
1.4. MANFAAT
PENELITIAN
·
Bagi Peneliti : Menambah wawasan dan
pengetahuan tentang penanganan kehamilan remaja dengan resiko tinggi
·
Bagi Masyarakat : Menambah wawasan dan
pengetahuan ibu hamil remaja tentang kehamilan resiko tinggi.
BAB
II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Pengetahuan
1.1.1. Defenisi Pengetahuan
Pengetahuan
adalah merupakan hasil dari “Tahu” dan ini terjadi setelah orang melakukan
penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca
indra manusia, yaitu: indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba
(Notoatmodjo, 2003).8
Pengetahuan
atau kognitif yang merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya
tindakan seseorang. Pengetahuan diperlukan sebagai dorongan fisik dalam
menumbuhkan rasa percaya diri maupun dengan dorongan sikap perilaku setiap
orang sehingga dapat dikatakan bahwa pengetahuan merupakan stimulasi terhadap
tindakan seseorang (Notoatmodjo, 2003).8
Tingkatan
Pengetahuan Dalam Domain Kognitif 8
Menurut
Notoatmodjo (2003) tingkat pengetahuan terdiri dari 6 (enam) tingkatan, yakni :
- Tahu (Know)
Tahu
diartikan mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Yang
termasuk mengingat kembali tahap suatu
yang spesifik dari keseluruhan bahan yang dipelajari atau rangsangan. Jadi tahu
merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah
- Memahami (Comprehension)
Memahami
diartikan sebagai sutau kemampuan menjelaskan secara benar tentang objek yang
diketahui dan dapat menginterprestasikan materi tersebut secara benar. Orang
yang telah paham terhadap objek atau materi harus dapat menjelaskan,
menyebutkan contoh : menyimpulkan, meramalkan terhadap objek yang dipelajari.
- Aplikasi (Aplication)
Aplikasi
diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan suatu materi yang telah
dipelajari pada situasi atau kondisi real (sebenarnya)
- Analisa (Analysis)
Analisa
adalah Kemampuan untuk menjabarkan materi suatu objek didalam struktur
organisasi tersebut dam masih ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan-kemampuan
analisis dapat dikaitkan dari penggunaan-penggunaan kata kerja seperti kata
kerja seperti menggambarkan, memisahkan, mengelompokkan dan sebagainya.
- Sintesis (Shintesis)
Sintesis
Menunjukkan pada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan
bagian-bagian dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru, dengan kata lain sintesis
itu suatu kemampuan untuk menyusun suatu
formulasi baru dari formulasi yang ada.
- Evaluasi (Evaluation)
Evaluasi
berkaitan dengan pengetahuan untuk melakukan penelitian terhadap suatu materi
atau objek. Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket
yang menanyakan tentang materi yang ingin diukur dari suatu objek penelitian
atau responden ke dalam pengetahuan yang ingin kita ketahui atau kita ukur.
Faktor-faktor
yang Mempengaruhi Pengetahuan
1. Usia
Usia
merupakan lamanya hidup dalam hitungan waktu (tahun). Wanita usia remaja adalah
kelompok umur 15-19 tahun.1
2. Pendidikan
Pendidikan
merupakan proses belajar yang pernah ditempuh secara formal didalam lembaga
pendidikan. Sumber informasi adalah
segala sesuatu yang menjadi perantara dalam penyampaian informasi, merangsang
pikiran dan kemampuan (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Media informasi untuk
komunikasi massa terdiri dari :
2.1.1.1.1. Media
cetak atau cetakan, yaitu surat kabar, majalah, buku.
2.1.1.1.2. Media
elektronik, yaitu radio, tv, internet.
2.2.
Resiko Tinggi Kehamilan Remaja
Kehamilan usia dini memuat risiko yang tidak kalah berat. Pasalnya,
emosional ibu belum stabil dan ibu mudah tegang. Sementara kecacatan kelahiran
bisa muncul akibat ketegangan saat dalam kandungan, adanya rasa penolakan
secara emosional ketika si ibu mengandung bayinya. (Ubaydillah, 2000).9
Dampak Kehamilan Resiko Tinggi
pada Usia Muda :9
1.
Keguguran.
Keguguran pada usia muda dapat terjadi secara tidak
disengaja. misalnya : karena terkejut, cemas, stres. Tetapi ada juga keguguran
yang sengaja dilakukan oleh tenaga non profesional sehingga dapat menimbulkan
akibat efek samping yang serius seperti tingginya angka kematian dan infeksi
alat reproduksi yang pada akhirnya dapat menimbulkan kemandulan.
2.
Persalinan
prematur, berat badan lahir rendah (BBLR) dan kelainan bawaan.
Prematuritas
terjadi karena kurang matangnya alat reproduksi terutama rahim yang belum siap
dalam suatu proses kehamilan, berat badan lahir rendah (BBLR) juga dipengaruhi
gizi saat hamil kurang dan juga umur ibu yang belum menginjak 20 tahun. cacat
bawaan dipengaruhi kurangnya pengetahuan ibu tentang kehamilan, pengetahuan
akan asupan gizi rendah, pemeriksaan kehamilan (ANC) kurang, keadaan psikologi
ibu kurang stabil. selain itu cacat bawaan juga di sebabkan karena keturunan
(genetik) proses pengguguran sendiri yang gagal, seperti dengan minum
obat-obatan (gynecosit sytotec) atau dengan loncat-loncat dan memijat perutnya
sendiri.
Ibu yang hamil pada usia muda biasanya pengetahuannya akan
gizi masih kurang, sehingga akan berakibat kekurangan berbagai zat yang
diperlukan saat pertumbuhan dengan demikian akan mengakibatkan makin tingginya
kelahiran prematur, berat badan lahir rendah dan cacat bawaan.
3. Mudah terjadi infeksi.
Keadaan gizi buruk, tingkat sosial ekonomi rendah, dan
stress memudahkan terjadi infeksi saat hamil terlebih pada kala nifas.
4. Anemia kehamilan / kekurangan zat
besi.
Penyebab anemia pada saat hamil di usia muda disebabkan
kurang pengetahuan akan pentingnya gizi pada saat hamil di usia muda.karena
pada saat hamil mayoritas seorang ibu mengalami anemia. tambahan zat besi dalam
tubuh fungsinya untuk meningkatkan jumlah sel darah merah, membentuk sel darah
merah janin dan plasenta.lama kelamaan seorang yang kehilangan sel darah merah
akan menjadi anemis..
5. Keracunan Kehamilan (Gestosis).
Kombinasi keadaan alat reproduksi yang belum siap hamil dan
anemia makin meningkatkan terjadinya keracunan hamil dalam bentuk pre-eklampsia
atau eklampsia. Pre-eklampsia dan eklampsia memerlukan perhatian serius karena
dapat menyebabkan kematian.
6. Kematian ibu yang tinggi
Kematian ibu pada saat melahirkan banyak disebabkan karena
perdarahan dan infeksi. Selain itu angka kematian ibu karena gugur kandung juga
cukup tinggi.yang kebanyakan dilakukan oleh tenaga non profesional (dukun).
Adapun
akibat resiko tinggi kehamilan usia dibawah 20 tahun antara lain:
Resiko
bagi ibunya
:
Mengalami perdarahan.
Perdarahan pada saat melahirkan antara lain disebabkan
karena otot rahim yang terlalu lemah dalam proses involusi. selain itu juga
disebabkan selaput ketuban stosel (bekuan darah yang tertinggal didalam
rahim).kemudian proses pembekuan darah yang lambat dan juga dipengaruhi oleh
adanya sobekan pada jalan lahir.
Kemungkinan
keguguran / abortus.
Pada
saat hamil seorang ibu sangat memungkinkan terjadi keguguran. hal ini
disebabkan oleh faktor-faktor alamiah dan juga abortus yang disengaja, baik
dengan obat-obatan maupun memakai alat.
Persalinan
yang lama dan sulit.
Adalah
persalinan yang disertai komplikasi ibu maupun janin.penyebab dari persalinan
lama sendiri dipengaruhi oleh kelainan letak janin, kelainan panggul, kelaina
kekuatan his dan mengejan serta pimpinan persalinan yang salah Kematian ibu. Kematian
pada saat melahirkan yang disebabkan oleh perdarahan dan infeksi.
Dari bayinya :
Kemungkinan lahir belum cukup usia kehamilan.
Adalah
kelahiran prematur yang kurang dari 37 minggu (259 hari). hal ini terjadi
karena pada saat pertumbuhan janin zat yang diperlukan berkurang.
Berat
badan lahir rendah (BBLR).
Yaitu
bayi yang lahir dengan berat badan yang kurang dari 2.500 gram. kebanyakan hal
ini dipengaruhi kurangnya gizi saat hamil, umur ibu saat hamil kurang dari 20
tahun. dapat juga dipengaruhi penyakit menahun yang diderita oleh ibu hamil.
Cacat bawaan.
Merupakan
kelainan pertumbuhan struktur organ janin sejak saat pertumbuhan.hal ini
dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya kelainan genetik dan kromosom,
infeksi, virus rubela serta faktor gizi dan kelainan hormon.
Kematian bayi.
kematian
bayi yang masih berumur 7 hari pertama hidupnya atau kematian perinatal.yang
disebabkan berat badan kurang dari 2.500 gram, kehamilan kurang dari 37 minggu
(259 hari), kelahiran kongenital serta lahir dengan asfiksia.(Manuaba,1998).
BAB III
METODE PENELITIAN
6.1.
Kerangka Konsep
Berdasarkan
uraian teori dalam rumusan masalah di atas, maka penulis mengembangkan kerangka
konsep sebagai berikut :
|
Karakteristik Remaja
-
Umur
-
Tingkat Pendidikan
-
Sumber Informasi
|
|
Pengetahuan
ibu hamil remaja terhadap kehamilan resiko tinggi
|
6.2.
Defenisi operasional
Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui
dengan kategori :
|
|
Baik
|
:
|
Apabila skor 76% -100% jawaban benar
(16-20, soal benar)
|
|
|
Cukup
|
:
|
Apabila skor 56% - 75% jawaban benar
(12-15, soal benar)
|
|
|
Kurang
|
:
|
Apabila skor <56% jawaban benar
(<11, soal benar) (Arikunto, 2002).
|
|
Skala ukur
Alat ukur
|
:
|
Ordional
Kuesioner
|
|
Umur adalah usia remaja saat dilakukan penelitian yang dinyatakan
dengan tahun dengan kategori:
a. <16
b. 16-17
c. 18-19
Alat
ukur : Kuesioner
Skala
ukur : Interval
Tingkat pendidikan
adalah pendidikan Format terakhir yang pernah diselesaikan dengan kategori:
a. Tidak
sekolah
b. SD
c. SMP
d. SMA
Alat ukur : Kuesioner
Skala ukur : Ordinal
Sumber informasi adalah
media yang digunakan wanita hamil remaja untuk memperoleh informasi tentang
kehamilan resiko tinggi dengan kategori:
a. Media
massa
b. Tenaga
kesehatan
c. Keluarga
/ masyarakat
d. Media
elektronik
Skala
: Nominal
Alat
ukur : Kuesioner
6.3.
Jenis Penelitian
Penelitian
ini menggunakan metode deskriptif. Dengan metode analisa kuantitatif yaitu untuk
mengetahui pengetahuan ibu hamil remaja terhadap kehamilan risiko tinggi.
6.4.
Lokasi dan waktu Penelitian
Lokasi
Penelitian
Penelitian
dilakukan di Rumah sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD. Kandou Manado, dan RS
Jejaring lainnya
Waktu
Penelitian
Waktu
penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2012
6.5.
Populasi dan Sampel
Populasi
Populasi
dalam penelitian ini adalah semua Wanita Remaja yang sedang hamil yang
melakukan ANC maupun bersalin di RSUP
Prof. Dr.RD Kandou Manado dan RS Jejaring.
Sampel
Dalam
pengambilan sampel peneliti mengunakan purposive sampling dengan besar sampel
sebanyak 20 ibu hamil remaja. Sampel dipilih berdasarkan penilaian peneliti
bahwa dia adalah pihak yang paling baik untuk dijadikan sampel penelitian.
6.6.
Jenis dan Cara Pengumpulan Data
Jenis
Data
1. Data
primer
Data
yang diperoleh dari hasil pembagikan kuesioner kepada responden.
2. Data
sekunder
Data
yang diperoleh peneliti dari medical record ibu.
Metode Pengumpulan Data
Dengan
membagikan kuesioner kepada responden dan mengumpulkan data sehingga
terkumpullah semua hasil kuesioner yang dibagikan.
6.7.
Pengolahan Data dan Analisa Data
Pengolahan
Data
1.
Editing
Dilakukan
dengan memeriksa kelengkapan jawaban kuesioner dengan tujuan agar data yang
masuk dapat diolah secara benar sehingga pengolahan data dikelompokkan dengan menggunakan
aspek pengaturan.
2.
Coding
Memberikan
kode pada setiap jawaban yang diberikan responden selanjutnya menghitung skor
jawaban dari pertanyaan yang diberikan dan selanjutnya diberi kode.
3.
Tabulating
Untuk
mempermudah analisa data dan pengolahan data serta pengambilan kesimpulan, data
dimasukkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi
Analisa
Data
Analisa
data dapat dilakukan dengan cara deskriptif dengan melihat presentase data yang
terkumpul dan disajikan tabel distribusi frekuensi kemudian dicari besarnya
persentase jawaban masing-masing responden dan selanjutnya dilakukan pembahasan
dengan menggunakan teori kepustakaan yang ada.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
Pada periode bln
Februari sampai Maret, didapatkan 20
remaja hamil di RSUP Prof R.D. Kandou dan RS jejaringnya.
Tabel 1. Kelompok remaja berdasarkan umur
|
Umur
|
N
|
%
|
|
<16
16-17
18-19
|
2
5
13
|
10
25
65
|
|
Total
|
20
|
100
|
Dari
20 wanita berusia remaja tersebut, didapatkan 2 wanita berumur <16 tahun, 5
wanita berumur 16-17 tahun, dan 13 wanita usia 18-19 tahun (table 1).
Tabel 2. Kelompok remaja berdasarkan pendidikan
|
Pendidikan
|
N
|
%
|
|
Sekolah
Dasar
Sekolah
Menengah Pertama
Sekolah
Menengah Umum
|
2
11
7
|
10
55
35
|
|
Total
|
20
|
100
|
Pendidikan
terakhir wanita remaja terbanyak adalah Sekolah Menengah Pertama 55%.
Tabel 3. Kelompok remaja berdasarkan Pekerjaan
|
Pekerjaan
|
N
|
%
|
|
IRT/Tidak
Bekerja
|
20
|
100%
|
Seluruh
ibu dalam penelitian ini, mengaku tidak bekerja atau sebagai ibu rumah tangga.
Tabel
4. Distribusi Responden berdasarkan tingkat pengetahuan
|
Keterangan
|
Jumlah
responden
|
%
|
|
Baik
Cukup
Kurang
|
1
3
16
|
5
15
80
|
|
Total
|
20
|
100
|
Dari
20 responden didapatkan pengetahuan dengan keterangan baik yaitu 1 orang (5%),
keterangan cukup yaitu 15 orang (15%) dan responden dengan pengetahuan kurang
yaitu 16 orang (80%).
Tabel 5. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil
tentang Kehamilan Risiko Tinggi berdasarkan Umur
|
Umur
|
Pengetahuan ibu
Baik Cukup Kurang
|
Jumlah
|
%
|
|
<16
16-17
18-19
|
1
1
0 0 5
1 2 10
|
2
5
13
|
5
25
65
|
|
Total
|
1 3
16
|
20
|
100
|
Berdasarkan
umur, pengetahuan ibu kurang dengan
rata-rata umur 18-19 tahun, umur 16-17 tahun semuanya berpengetahuan
kurang, sedangkan pengetahuan baik hanya
1 orang berumur 18 tahun.
Tabel 6. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil remaja
tentang Kehamilan Risiko Tinggi berdasarkan Tingkat Pendidikan
|
Tingkat
Pendidikan
|
Pengetahuan
Ibu
Baik
Cukup Kurang
|
Jumlah
|
%
|
|
SD
SMP
SMU
|
2
1
10
1 2 4
|
2
11
7
|
10
55
35
|
|
Total
|
1 3 16
|
20
|
100
|
Dari
tabel di atas menunjukkan bahwa dari 20 responden terdapat paling banyak yaitu
11 orang (55%) yang berpendidikan SMP dan dari jumlah tersebut paling banyak
yaitu 10 orang (50%) berpengetahuan kurang.
BAB V
PEMBAHASAN
Diberbagai
belahan dunia, menikah dan melahirkan dimasa remaja, kehamilan dan
persalinannya membawa resiko morbiditas dan mortalitas yang lebih besar
dibandingkan pada usia diatas 20 tahun, terutama wilayah dimana pelayanan medis
sangat langka atau tidak tersedia.1,2
Remaja
wanita dengan usia kurang dari 18 tahun mempunyai 2-5 kali resiko kematian (maternal mortility) dibandingkan dengan
wanita berusia 18-25 tahun akibat persalinan lama dan persalinan macet,
perdarahan maupun faktor-faktor lain kegawat daruratan yang berkaitan dengan
kehamilan, misalnya tekanan darah tinggi, dan anemia juga sering terjadi pada
ibu-ibu berusia remaja, terutama didaerah-daerah terpencil dan kepulauan,
dimana sarana kesehatan terbatas dan kekurangan gizi merupakan endemis. 1
Organisasi
save the children menyatakan
sekitar 1 dari 10 bayi yang
dilahirkan oleh ibu remaja, Organisasi ini mengumpulkan data-data dari 100 negara,
dan terlihat bahwa resiko meninggal saat hamil dan melahirkan, Dinegara-negara
berkembang, hampir 60 persen kehamilan dan persalinan pada remaja yang sudah
menikah atau belum menikah tidak dilakukan dengan pertolongan tenaga ahli.
Persalinan yang tidak direncanakan dapat mengarah pada stress emosional dan
kesulitan ekonomi. WHO memperkirakan, resiko kematian akibat kehamilan di usia 15-19 tahun 2 kali lebih tinggi
dibandingkan usia 20-24 tahun. 5
Pembahasan
pada bab ini membahas tentang hasil penelitian secara khusus tentang
karakteristik ibu hamil remaja meliputi umur, pendidikan, dan pekerjaan serta
tentang pengetahuan ibu hamil remaja tentang kehamilan resiko tinggi.
Dari
hasil penelitian ini, dari 20 ibu hamil, 13 orang (65%) berumur 18-19 tahun yaitu 10 orang (50%) dan berpendidikan
terakhir SMU yaitu 6 orang (30%), dan mayoritas tidak bekerja (100%).
Didapatkan pula 1 orang berpengetahuan baik (5%) berpendidikan SMU, 3 orang
berpengetahuan cukup (15%),
berpendidikan SMU, dan 16 orang berpengetahuan kurang (80%), dengan pendidikan
terakhir SMP dan rata-rata umur dibawah 18 tahun.
Ketidaktahuan
dapat disebabkan karena pendidikan yang rendah (Mochtar, 1998). Adanya tingkat
pendidikan yang terlalu rendah akan sulit mencerna pesan atau informasi yang
disampaikan (Effendy, 1998) sedangkan menurut IB Mantra (1997) makin tinggi
pendidikan seseorang makin mudah orang tersebut untuk menerima informasi.
Dengan pendidikan tinggi maka seseorang akan cenderung untuk mendapatkan
informasi baik dari orang lain maupun dari media masa, sebaliknya tingkat
pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan dan sikap seseorang
terhadap nilai-nilai yang baru diperkenalkan (Koentjoroningrat, 1997).10
Pengetahuan
diperoleh setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu.
Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia yaitu indera penglihatan,
pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia
diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan merupakan faktor yang sangat
penting untuk terbentuknya perilaku seseorang (Notoatmodjo, 1997) Upaya untuk
merubah perilaku seseorang dalam bidang kesehatan dapat dilakukan dengan
memberikan pendidikan kesehatan (Effendy, 1998).
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil remaja tentang kehamilan resiko tinggi sangat kurang dimana hal ini dipengaruhi oleh pendidikan dan usia responden.11
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil remaja tentang kehamilan resiko tinggi sangat kurang dimana hal ini dipengaruhi oleh pendidikan dan usia responden.11
BAB
VI
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Dari
hasil penelitian yang dilaksanakan di
RSUP Prof. R.D. Kandou dan RS Jejaringnya, dengan responden 20 0rang ibu hamil
remaja diperoleh kesimpulan karakteristik ibu hamil remaja Usia remaja (usia 15-19
tahun) dengan kehamilan rata-rata memiliki pengetahuan kurang tentang kehamilan
risiko tinggi, dengan pendidikan akhir terbanyak SMP dan mayoritas tidak
bekerja.
Saran
Dari
hasil penelitian di atas maka harapan yang ingin peneliti sampaikan adalah
agar:
Ibu hamil periksa atau kontrol secara rutin pada bidan atau tenaga kesehatan yaitu minimal 4 kali selama kehamilan agar banyak mendapat informasi tentang risko tinggi kehamilan.
Ibu hamil periksa atau kontrol secara rutin pada bidan atau tenaga kesehatan yaitu minimal 4 kali selama kehamilan agar banyak mendapat informasi tentang risko tinggi kehamilan.
Ibu
hamil meningkatkan pengetahuannya menjadi lebih baik lagi mendapatkan informasi
dari media cetak, elektronik atau dari tenaga kesehatan.
DAFTAR
PUSTAKA
1. Waspodo
Dj, Kesehatan Reproduksi remaja dalam Bunga Rampai Obstetri Ginekologi social.
Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta , 2006
2. Saifudin A.B. Kematian Maternal dalam Ilmu Kebidanan
ed 3, wiknjosastro H (ed), Yayasan Bina Pustaka sarwono Prawirohardjo, Jakarta,
2001
3. Riyadi
H, Djaswadi D, resiko terjadinya berat bayi lahir rendah pada kehamilan remaja,
berita kedokteran masyarakat available from http://i-lib.ugm.ac.id/jurnal/download.php?dataId=6327..
4. Sherris
J, Kesehatan Reproduksi Remaja: Membangun Perubahan Yang Bermakna dalam Outlook
volume 16. Available from outlook@path.org.
2012
6. Bacom,
Faktor-faktor yang mempengaruhi komplikasi persalinan Remaja available from http://depdagri.go.id/media/file
manager/2012
7. Pelita
Online, Remaja Hamil Beresiko Besar Lahirkan bayi prematur. Available from http://kesehatanpelitablogspot./2012/03/remaja
8. Arthawijaya,
IGNA. Filosofi Pengetahuan.Available from
https://en.wordpress.com/signup/februari.2012
9.
Nuranggraini D. Resiko tinggi kehamilan remaja. Available
from : creasoft.wordpress.com/.../resiko-tinggi-kehamilan-remaja-usia-muda
10. Notoatmodjo,
Soekidjo (2002) Metodologi Penelitian Kesehatan Rineka Cipta. Jakarta.(2003)
Ilmu Kesehatan Masyarakat EGC. Jakarta.
11. Prawirohardjo,
Sarwono (2002) Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonotal. Yayasan Bina Pustaka.
Jakarta.
12.
Sugiono. Dr. (1999) Metode
Penelitian Bisnis ALFABETA. Bandung.
Lampiran 1
LEMBAR
PERSETUJUAN MENGIKUTI PENELITIAN
PENGETAHUAN
WANITA HAMIL REMAJA TERHADAP KEHAMILAN RESIKO TINGGI
Setelah mendengar dan mendapat penjelasan dari
Dokter/pewawancara mengenai judul, tujuan
manfaat dan jalurnya penelitian ini, maka saya :
Nama :
No.CM :
Tempat/Tanggal Lahir :
Alamat :
No. HP :
Menyatakan bersedia untuk ikut didalam penelitian ini.
Manado, Februari 2012
Pewawancara :
Responden :
( )
( )
Lampiran 2
LEMBAR KUESIONER
Petunjuk Pengisian Kuesioner :
1. Tulislah tanggal pengisihan sesuai dengan tanggal ibu mengisi kuesioner
2. Nomor responden diisi oleh peneliti
3. Beri tanda ( x ) pada jawaban yang anda anggap paling benar
4. Bila pada pengisihan kuesioner kurang jelas, ibu dapat bertanya pada peneliti
No Responden : …………………………………
Tanggal Pengisihan : …………………………………
A. Karakteristik Ibu Hamil Diisi Petugas
1. Berapa umur saat ini ?
a. <16
b. 16-17
c. 18-19
2. Pendidikan terakhir ibu
a. Tidak Sekolah
b. SD
c. SMP
d. SMA
3. Pekerjaan ibu
a.Pelajar
b.Mahasiswa
c. Pedagang
d. Tidak bekerja / ibu rumah tangga
B. Pertanyaan tentang Pengetahuan
1. Menurut ibu apa yang dimaksud dengan kehamilan resiko tinggi ?
a. Kehamilan dengan riwayat jelek
b. Kehamilan kembar atau ganda
c. Kehamilan dengan letak lintang
d. Keadaan yang dapat mempengaruhi optimalisasi ibu maupun janin pada kehamilan yang dihadapi
2. Menurut ibu, Ibu hamil katakan risiko tinggi apabila umur ibu ?
a. Kurang dari 16 tahun atau lebih dari 35 tahun
b. Kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun
c. Lebih dari 20 atau kurang dari 35 tahun
d. Kurang dari 15 tahun atau lebih dari 25 tahun
3. Sepengetahuan anda ibu hamil dikatakan risiko tinggi apabila tinggi badannya ?
a. Kurang dari 150 cm.
b. Kurang dari 145 cm.
c. Lebih dari 150 cm.
d. Lebih dari 145 cm.
4. Dibawah ini termasuk kehamilan resiko tinggi, menurut anda yang tidak termasuk kehamilan risiko tinggi adalah …
a. Umur < 20 tahun
b. Tinggi badan 160 cm.
c. kehamilan dengan Tensi darah > 160/110
d. kehamilan dengan anemia
5. Menurut anda Ibu dampak hamil di usia remaja dikatakan resiko tinggi apabila terjadi hal-hal dibawah ini kecuali:
LEMBAR KUESIONER
Petunjuk Pengisian Kuesioner :
1. Tulislah tanggal pengisihan sesuai dengan tanggal ibu mengisi kuesioner
2. Nomor responden diisi oleh peneliti
3. Beri tanda ( x ) pada jawaban yang anda anggap paling benar
4. Bila pada pengisihan kuesioner kurang jelas, ibu dapat bertanya pada peneliti
No Responden : …………………………………
Tanggal Pengisihan : …………………………………
A. Karakteristik Ibu Hamil Diisi Petugas
1. Berapa umur saat ini ?
a. <16
b. 16-17
c. 18-19
2. Pendidikan terakhir ibu
a. Tidak Sekolah
b. SD
c. SMP
d. SMA
3. Pekerjaan ibu
a.Pelajar
b.Mahasiswa
c. Pedagang
d. Tidak bekerja / ibu rumah tangga
B. Pertanyaan tentang Pengetahuan
1. Menurut ibu apa yang dimaksud dengan kehamilan resiko tinggi ?
a. Kehamilan dengan riwayat jelek
b. Kehamilan kembar atau ganda
c. Kehamilan dengan letak lintang
d. Keadaan yang dapat mempengaruhi optimalisasi ibu maupun janin pada kehamilan yang dihadapi
2. Menurut ibu, Ibu hamil katakan risiko tinggi apabila umur ibu ?
a. Kurang dari 16 tahun atau lebih dari 35 tahun
b. Kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun
c. Lebih dari 20 atau kurang dari 35 tahun
d. Kurang dari 15 tahun atau lebih dari 25 tahun
3. Sepengetahuan anda ibu hamil dikatakan risiko tinggi apabila tinggi badannya ?
a. Kurang dari 150 cm.
b. Kurang dari 145 cm.
c. Lebih dari 150 cm.
d. Lebih dari 145 cm.
4. Dibawah ini termasuk kehamilan resiko tinggi, menurut anda yang tidak termasuk kehamilan risiko tinggi adalah …
a. Umur < 20 tahun
b. Tinggi badan 160 cm.
c. kehamilan dengan Tensi darah > 160/110
d. kehamilan dengan anemia
5. Menurut anda Ibu dampak hamil di usia remaja dikatakan resiko tinggi apabila terjadi hal-hal dibawah ini kecuali:
a) Keguguran
b) Persalinan
Prematur
c) Kehamilan
lewat waktu
d) Keracunan
kehamilan
6.
Apa yang ibu ketahui tentang pengaruh
tinggi badan ibu hamil kurang dari 145 cm terhadap proses persalinan?
a. Melahirkan dengan normal
b. Melahirkan dengan mudah
c. Kesulitan mengejan
d. Kesulitan melahirkan
7. Menurut ibu hamil yang dikatakan keracunan kehamilan apabila tekanan darahnya
a. > 160/100 mmHg
b. 150/90 mmHg
c. 120/80 mmHg
d. 90/60 mmHg
8. Menurut pengetahuan ibu, ibu yang mempunyai tekanan darah tinggi pre eklamasi berat apabila ada tanda-tanda ?
a. Kejang-kejang
b. Perdarahan
c. bengkak pada kaki
d. bengkak pada tangan
9. Menurut Ibu, penyebab kelahiran prematur pada remaja diakibatkan karena ?
a. Infeksi
b. Obat-batan
c. Alat reproduksi yang belum sempurna
d. Mual dan muntah
10. Menurut Ibu paling sedikit ibu hamil periksa kehamilan berapa kali?
a. 3x selama hamil
b. > 5x selama hamil
c. 2x selama hamil
d. 1x pada 3 bulan pertama, 1x pada 3 bulan kedua, 2x pada bulan terakhir
11. Menurut pengetahuan ibu, kematian ibu hamil remaja disebabkan dibawah ini kecuali?
a. Perdarahan
b. Infeksi
c. Keguguran
d. hamil lewat waktu
12. Menurut pengetahuan ibu, ibu hamil dikatakan risiko tinggi apabila letak janinnya ?
a. Letak lintang
b. Letak kepala
c. Letak tangan
d. Letak kaki
13. Menurut pengetahuan ibu, kehamilam remaja dapat melahirkan prematur yaitu kehamilan?
a. 7 bulan
b. 9 bulan
c. 10 bulan
d. 11 bulan
14. Menurut pengetahuan ibu, kehamilan remaja dapat mengakibatkan kecacatan karena hal dibawah ini, kecuali?
a. Percobaan pengguguran
b. Genetik
c. Asupan gizi yang rendah
d. Mual muntah saat hamil muda
15. Di bawah ini termasuk kehamilan risiko tinggi apabila ibu menderita penyakit tersebut, menurut ibu penyakit apa yang tidak termasuk dalam kehamilan risiko tinggi?
a. Malaria
b. TBC paru
c. Diare
d. Kencing manis (diabetes)
16. Wanita usia remaja, dianjurkan menunda kehamilannya menurut ibu pada usia berapakah wanita dianjurkan menunda kehamilannya?
a. < 15 tahun
b. 20 tahun
c. < 25 tahun
d. > 20 tahun
17. Menurut pengetahuan ibu jumlah anak tidak boleh lebih dari?
a. > 2
b. 2 anak saja
c. > 3
d. 4 atau lebih
18. Menurut pengetahuan ibu jarak anak pertama dengan anak kedua tidak boleh kurang dari?
a. 5 tahun
b. 10 tahun
c. 2 tahun
d. 7 tahun
19. Di bawah ini termasuk risiko tinggi dalam kehamilan, menurut ibu yang tidak termasuk risiko tinggi kehamilan adalah?
a. Hamil kembar
b. Kehamilan letak lintang
c. Kehamilan letak kepala
d. Umur > 35 tahun
20. Menurut ibu, ibu hamil dikataka risiko tinggi, apabila melahirkan dengan?
a. Bidan
b. Dukun
c. Operasi sesar
d. Perawat
a. Melahirkan dengan normal
b. Melahirkan dengan mudah
c. Kesulitan mengejan
d. Kesulitan melahirkan
7. Menurut ibu hamil yang dikatakan keracunan kehamilan apabila tekanan darahnya
a. > 160/100 mmHg
b. 150/90 mmHg
c. 120/80 mmHg
d. 90/60 mmHg
8. Menurut pengetahuan ibu, ibu yang mempunyai tekanan darah tinggi pre eklamasi berat apabila ada tanda-tanda ?
a. Kejang-kejang
b. Perdarahan
c. bengkak pada kaki
d. bengkak pada tangan
9. Menurut Ibu, penyebab kelahiran prematur pada remaja diakibatkan karena ?
a. Infeksi
b. Obat-batan
c. Alat reproduksi yang belum sempurna
d. Mual dan muntah
10. Menurut Ibu paling sedikit ibu hamil periksa kehamilan berapa kali?
a. 3x selama hamil
b. > 5x selama hamil
c. 2x selama hamil
d. 1x pada 3 bulan pertama, 1x pada 3 bulan kedua, 2x pada bulan terakhir
11. Menurut pengetahuan ibu, kematian ibu hamil remaja disebabkan dibawah ini kecuali?
a. Perdarahan
b. Infeksi
c. Keguguran
d. hamil lewat waktu
12. Menurut pengetahuan ibu, ibu hamil dikatakan risiko tinggi apabila letak janinnya ?
a. Letak lintang
b. Letak kepala
c. Letak tangan
d. Letak kaki
13. Menurut pengetahuan ibu, kehamilam remaja dapat melahirkan prematur yaitu kehamilan?
a. 7 bulan
b. 9 bulan
c. 10 bulan
d. 11 bulan
14. Menurut pengetahuan ibu, kehamilan remaja dapat mengakibatkan kecacatan karena hal dibawah ini, kecuali?
a. Percobaan pengguguran
b. Genetik
c. Asupan gizi yang rendah
d. Mual muntah saat hamil muda
15. Di bawah ini termasuk kehamilan risiko tinggi apabila ibu menderita penyakit tersebut, menurut ibu penyakit apa yang tidak termasuk dalam kehamilan risiko tinggi?
a. Malaria
b. TBC paru
c. Diare
d. Kencing manis (diabetes)
16. Wanita usia remaja, dianjurkan menunda kehamilannya menurut ibu pada usia berapakah wanita dianjurkan menunda kehamilannya?
a. < 15 tahun
b. 20 tahun
c. < 25 tahun
d. > 20 tahun
17. Menurut pengetahuan ibu jumlah anak tidak boleh lebih dari?
a. > 2
b. 2 anak saja
c. > 3
d. 4 atau lebih
18. Menurut pengetahuan ibu jarak anak pertama dengan anak kedua tidak boleh kurang dari?
a. 5 tahun
b. 10 tahun
c. 2 tahun
d. 7 tahun
19. Di bawah ini termasuk risiko tinggi dalam kehamilan, menurut ibu yang tidak termasuk risiko tinggi kehamilan adalah?
a. Hamil kembar
b. Kehamilan letak lintang
c. Kehamilan letak kepala
d. Umur > 35 tahun
20. Menurut ibu, ibu hamil dikataka risiko tinggi, apabila melahirkan dengan?
a. Bidan
b. Dukun
c. Operasi sesar
d. Perawat
Lampiran 3
JAWABAN
1. D 11. D
2. A 12. A
3. B 13. A
4. B 14. D
5. C 15. C
6. D 16. A
7. A 17. D
8. A 18. C
9. C 19. C
10. D 20. C
1. D 11. D
2. A 12. A
3. B 13. A
4. B 14. D
5. C 15. C
6. D 16. A
7. A 17. D
8. A 18. C
9. C 19. C
10. D 20. C
terimakasih banyak dokter...
BalasHapussaya hanya ingin tahu, buku refrensinya apa ya dok???
saya ingin mencari bukunya tapi masih bingung,,